Welcome

Selera Musik ku

Sekitar tahun 2012–2013, saya bekerja di sebuah koperasi. Pekerjaan saya saat itu cukup sederhana dan sepenuhnya berbasis komputer: menyalin data dari kertas lalu menginputnya ke dalam Microsoft Excel. Di masa itu, komputer belum seumum sekarang. Tidak banyak orang yang terbiasa menggunakannya, sehingga pekerjaan seperti ini masih terbilang khusus.

Menariknya, ritme kerja tersebut memberi saya cukup banyak waktu luang sekitar 4 hingga 5 jam setiap hari. Waktu itu biasanya saya manfaatkan untuk menonton film. Sumbernya pun beragam, mulai dari YouTube hingga situs-situs yang jelas tidak resmi. Karena keterbatasan layanan dan pilihan konten, saya tidak bisa terlalu selektif. Film apa pun yang tersedia akan saya tonton, bahkan sering kali tanpa subtitle.

Kebiasaan ini ternyata berlanjut cukup lama. Dari 2012 hingga sekitar 2022, hampir semua pekerjaan yang saya jalani masih berkaitan dengan komputer. Artinya, saya tetap memiliki ruang dan waktu untuk menonton film. Selama periode itu, saya menikmati berbagai jenis tontonan dari banyak negara dan budaya: anime Jepang, donghua dari Tiongkok, drama Korea dan Cina, film Thailand, Hollywood, T-Drama, hingga film-film bertema sejarah.

Ada satu genre yang relatif jarang saya tonton, yaitu film India atau Bollywood. Mungkin karena saya kurang nyaman melihat adegan musikal yang terlalu sering terutama ketika para pemeran tiba-tiba menari bersama. Meski begitu, beberapa judul Bollywood yang populer tetap pernah saya tonton dan saya akui memang memiliki cerita yang kuat.

Namun, sejak sekitar 2022 hingga 2025, kebiasaan menonton film itu perlahan berubah. Entah kenapa, film tidak lagi terasa seseru dulu. Dalam sebulan, saya mungkin hanya menonton satu atau dua judul. Bahkan untuk drama Korea, saya sering berhenti di episode ke-1 sampai ke-5, meskipun ceritanya sebenarnya menarik. Rasa bosan datang lebih cepat.

Jika dipikirkan kembali, minat saya tampaknya bergeser. Saat ini, saya jauh lebih sering menonton video YouTube dibandingkan film atau serial. Konten yang saya pilih pun didominasi video edukasi, sejarah, peristiwa aktual, dan berita. Ada kepuasan tersendiri saat memahami apa yang sedang terjadi di dunia nyata sesuatu yang dulu tidak terlalu saya cari saat masih larut dalam dunia film.

 

Table of Contents

記憶 (Kioku) Kenangan
旅...... (Tabi) Perjalanan
静寂 (Seijaku) Keheningan
心...... (Kokoro) Hati

Rizuxi.com© Copyright 2025. All rights reserved